Tampilkan postingan dengan label SAP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

SAP DHF

A. Tujuan Intruksional
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah diajukan penyuluhan selama ± 30 menit diharapkan klien dapat memahami tentang DHF.
2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama ± 30 menit tentang DHF diharapkan:
a. Klien dapat mengetahui dan menjelaskan kembali pengertian penyakit DHF dengan benar.
b. Klien dapat mengetahui dan menjelaskan cara penularan penyakit DHF dengan benar.
c. Klien dapat mengetahui dan menjelaskan gejala penyakit DHF dengan benar.
d. Klien dapat mengetahui dan menjelaskan tentang perawatan penderita DHF dengan benar.
e. Klien dapat mengetahui dan menjelaskan pencegahan penyakit DHF dengan benar.

B. Sasaran
Seluruh pasien maupun keluarga pasien yang berkunjung di Puskesmas

C. Waktu
Hari : Jumat
Tanggal : 28 Januari 2011
Pukul : 08.00 WIB

D. Lama
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan selama ±30 menit.

E. Metode
a. Ceramah
b. Tanya Jawab

F. Media
a. LCD
b. Leaflet

G. Materi penyuluhan
a. Pengetian penyakit DHF
b. Penularan penyakit DHF
c. Gejala penyakit DHF
d. Perawatan penderita DHF
e. Pencegahan penyakit DHF

H. Pengorganisasian
Pemberi Materi : Hidayat
Pembawa Acara : Eka
Evaluator/Observer : Wahyu
Perlengkapan : Ihza

I. Susunan Acara Penyuluhan

No.

WAKTU

KEGIATAN PENYULUH

KEGIATAN PESERTA

1.

5 menit

Pembukaan

· Memberi salam dan memperkenalkan diri.

· Menjelaskan tujuan ceramah.

· Menjelaskan pokok permasalahan yang akan dibahas.

· Menyampaikan materi ceramah dengan sura jelas

· Menjawab salam

· Mendengarkan

· Memperhatikan

· Memperhatikan

2.

20 menit

Pelaksanaan

1. Menjelaskan:

a. Pengertian penyakit DHF.

b. Penularan penyakit DHF.

c. Gejala penyakit DHF.

d. Perawatan penderita DHF.

e. Pencegahan penyakit DHF.

2. Memberi kesempatan peserta untuk bertanya

· Memperhatikan dan mendengarkan

3. Bertanya kepada penyaji.

3.

10 menit

Evaluasi

Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan.

Menjawab pertanyaan

4.

5 menit

Terminasi

· Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.

· Mengucapkan salam penutup

· Mendengarkan

· Menjawab salam



MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian DHF
Penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Di temukan di Indonesia 1968, di surabaya 58 kasus dan 24 diantaranya meninggal. Tahun 1988 ditemukan 45.791 kasus dan 1.432 meninggal. Dan semakin meningkat dari tahun ke tahun Tidak mengenal usia, bisa menyerang dari usia anak-anak sampai dewasa. Apabila tidak ditanggulangi dengan benar tidak jarang akan menimbulkan kematian. Biasa menimbulkan kejadian yang luar biasa atau wabah terutama saat musim penghujan.

2. Cara Penularan
Penyakit DBD hanya dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty betina.
1. Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu menggigit/menghisap darah orang :
a. Yang sakit DBD atau
b. Yang tidak sakit DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus Dengue (karena orang ini memiliki kekebalan terhadap virus dengue)
c. Orang yang mengandung virus dengue tetapi tidak sakit, dapat pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk Aedes Aegypti.
2. Virus dengue yang terhisap akan berkembangbiak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjar liurnya.
3. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus itu akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
4. Bila orang yang ditulari itu tidak memiliki kekebalan (umumnya anak-anak), ia akan segera menderita DBD.
5. Nyamuk Aedes Aegypti yang sudah mengandung virus dengue, seumur hidupnya dapat menularkan kepada orang lain.
6. Dalam darah manusia, virus dengue akan mati dengan sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu.

3. Gejala
1. Panas tinggi 2 sampai 7 hari
2. Nyeri kepala
3. Nyeri sendi, Nyeri perut, mual muntah
4. Lemah, nafsu makan menurun
5. Fenomena perdarahan
6. Timbul bercak-bercak merah pada seluruh tubuh
7. Perdarahan telinga, gusi dan hidung
8. Syok ( keluar keringat dingin, kaki dan tangan teraba dingin, kulit agak kebiruan, nafas sesak atau tersengal2 )

4. Perawatan
1. Boleh rawat jalan, jika keluhan hanya demam dan disertai nyeri kepala otot dan sendi saja.
2. Terapi obat penurun panas, minum banyak, istirahat cukup.
3. Kontrol setiap hari dengan pemeriksaan laborat.
Hati2 pada Hari 3 – 4 panas !! —– FASE KRITIS
4. Harus Perawatan di RS jika :
Terdapat tanda2 perdarahan bawah kulit, atau pada uji Tourniquet positif.
Dalam kondisi SYOK !

5. Pencegahan
Membasmi vektor nyamuk aedes aegypti
Masyarakat berperan dalam upaya pemberantasan vektor nyamuk aedes aegypti yang merupakan upaya paling penting untuk memutuskan rantai penularan dalam rangka mencegah dan memberantas penyakit Demam Berdarah muncul di masa yang akan datang.
Dalam upaya pemberantasan vektor tersebut antara lain masyarakat dapat berperan secara aktif dalam pemantauan jentik berkala dan melakukan gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
PSN secara umum adalah melakukan gerakan 3M yaitu :
1. Menguras bak air,
2. Menutup tempat yang mungkin menjadi sarang berkembang biak nyamuk,
3. Mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.
Di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. Ini bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap periode waktu tertentu.
Dengan demikian gerakan PSN dengan 3M Plus yaitu menguras tempat-tempat penampungan air minimal seminggu sekali atau menaburinya dengan bubuk abate untuk membunuh jentik nyamuk. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air agar nyamuk Aedes aegipty tidak bisa bertelur. Mengubur dan membuang barang-barang bekas seperti ban bekas, kaleng bekas yang dapat menampung air hujan.
Pemberantasan DBD akan berhasil dengan baik jika upaya PSN dengan 3M Plus dilakukan secara sistematis, terus-menerus berupa gerakan serentak, sehingga dapat mengubah perilaku masyarakat dan lingkungannya ke arah perilaku dan lingkungan yang bersih dan sehat, tidak kondusif untuk hidup nyamuk Aedes aegypti.

Rabu, 20 Juli 2011

SAP Imunisasi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang studi : Ilmu Keperawatan Maternitas
Topik : Imunisasi
Sasaran : Ibu post partum
Tempat : Ruang Nifas RSU Dr. Moch Soewandhie Surabaya
Hari/Tanggal : ...........................
Waktu : 1 x 45 Menit

1. Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang manfaat Imunisasi

2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu selama 45 menit tentang imunisasi diharapkan Ibu dapat :
a. Menyebutkan Pengertian Imunisasi.
b. Menyebutkan Tujuan Pemberian Imunisasi
c. Menyebutkan Jenis Imunisasi
d. Menyebutkan Jadwal pemberian Imunisasi
e. Menjelaskan tentang Efek Samping Imunisasi
f. Menyebutkan Tempat memperoleh Imunisasi

3. Sasaran
Ibu Post partum di Ruang Nifas RSU Dr. Moch Soewandhie Surabaya

4. Materi
a. Pengertian Imunisasi
b. Tujuan Pemberian Imunisasi
c. Jenis Imunisasi
d. Jadwal pemberian Imunisasi
e. Efek samping Imunisasi
f. Tempat memperoleh Imunisasi

5. Metode
  • Ceramah
  • Tanya jawab
6. Media
  • Flip chart
  • Leaflet
7. Kegiatan penyuluhan

NO

WAKTU

KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN PESERTA

1

3 Menit

Pembukaan:

v Memperkenalkan diri

v Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.

v Melakukan kontrak waktu.

v Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberi kan

v Menyambut salam dan mendengarkan

v Mendengarkan

v Mendengarkan

v Mendengarkan

2

27 Menit

Pelaksanaan :

v Menjelaskan tentang pengertian Imunisasi

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang tujuan pemberian imunisasi

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang Jadwal pemberian imunisasi

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang jenis imunisasi yang harus diberikan.

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang efek samping imunisasi

v Memberi kesempatan pada ibu bertanya.

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan.

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg di ajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg di ajukan

3

13 Menit

Evaluasi :

v Menanyakan pada ibu tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada ibu bila dapat menjawab & menjelaskan kem bali pertanyaan/materi

v Menjawab dan menjelaskan pertanyaan

4

2 Menit

Teriminasi :

v Mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu

v Mengucapkan salam

v Mendengarkan dan membalas salam


8. Kriteria Evaluasi
Kriteria struktur :
• Peserta Ibu post partum yang ada di Ruang Nifas RSU Dr. Moch Soewandhie Surabaya
• Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Ruang Nifas RSU Dr. Moch Soewandhie Surabaya
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.
Kriteria Proses :
• Ibu antusias terhadap materi penyuluhan.
• Ibu konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
• Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.
Kriteria Hasil :
• Ibu mengetahui tentang pengertian Imunisasi
• Ibu mengetahui tentang tujuan pemberian Imunisasi.
• Ibu mengetahui tentang jadwal pemberian imunisasi
• Ibu dapat menjelaskan jenis imunisasi yang diberikan
• Ibu dapat menjelaskan efek samping Imunisasi.

9. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS
a. Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
• Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
• Mengatur proses dan lama penyuluhan.
• Menutup acara penyuluhan.

b. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
• Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta.
• Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
• Memotivasi peserta untuk bertanya.

c. Fasilitator
Uraian tugas :
• Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
• Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
• Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
• Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta.

d. Observer
Uraian tugas :
• Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
• Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
• Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
• Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
• Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan.

MATERI PENYULUHAN

1. PENGERTIAN
Imunisasi adalah Memberikan kekebalan tubuh dengan cara memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan atau dilumpuhkan.
Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan secara aktif pada bayi atau anak terhadap penyakit tertentu, dengan memasukkan vaksin (bibit penyakit yang telah dimatikan/dilemahkan)

2. TUJUAN PEMBERIAN IMUNISASI
a. Daya tahan / kekebalan tubuh anak meningkat.
b. Pencegahan timbulnya beberapa penyakit pada anak antara lain :
• Penyakit TBC Paru
• Penyakit Difteri
• Penyakit Tetanus
• Penyakit Pertusis
• Penyakit Polio
• Penyakit Campak
• Penyakit Hepatitis B

3. JENIS IMUNISASI
a. Imunisasi BCG
Imunisasi BCG bertujuan untuk memberikan kekebalan/pertahanan aktif terhadap penyakit TBC.
Jadwal pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilkukan ketika bayi baru lahir sampai berumur 12 bulan, tetpai sebaiknya diberikan pada umur 0-2 tahun. Imunisasi BCG cukup diberikan 1 kali saja. Pada anak yang akan diimunisasi dengan usia lebih dari 2 bulan, harus dilakukan Montaux test dulu. Gunanya untuk mengetahui apakah ia telah terjangkit penyakit BCG. Seandainya hasil positif, anak tersebut selayaknya tidak mendapatkan imunisasi.
b. Imunisasi DPT
Tujuan pemberian imunisasi DPT adalah untuk memberikan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit Diphteri, pertusis dan tetanus.
Imunisasi DPT dapat diberikan 3 kali, sejak bayi berumur 2 bulan dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4 minggu
c. Imunisasi Poliomiolitis
Vaksinasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit poliomiolitis.
Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari, selanjutnya setiap 4-6 minggu. Pemberian imunisasi polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, Hepatitis B, dan DPT
d. Imunisasi Campak
Imunisasi diberikan untuk mendapat kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif.
Menurut WHO, imunisasi campak cukup diberikan 1 kali suntikan setelah bayi berumur 9 bulan, tetapi karena angka kesakitan campak di Indonesia masih tinggi, Pemerintah mencanangkan pemberian imunisasi campak sebelum usia 9 bulan, yaitu antara usia 6-9 bulan.
e. Imunisasi Hepatitis B
Pemberian vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap hepatitis B. Imunisasi aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanayk 3 kali dengan jarak waktu satu bulan antara suntikan 1 dan 2, dan lima bulan antara suntikan 2 dan 3.

4. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI
UMUR VAKSIN
0 Bln (2 minggu setelah bayi lahir) HB 1 BCG Polio 1
2 Bln HB 2 DPT 1 Polio 2
3 Bln DPT 2 Polio 3
4 Bln DPT 3 Polio 4
9 Bln HB 3 Campak

Semua vaksin diatas dapat dilakukan diluar jadwal ketika ada wabah. Vaksin campak dapat diberikan lebih dari satu kali ketika ada wabah.

5. EFEK SAMPING IMUNISASI
Vaksin Efek samping yang muncul
BCG Reaksi yang mungkin timbul pada pemberian imunisasi BCG adalah kadang bernanah, tetapi akan sembuh dengan sendirinya walaupun lambat. Biasanya suntikan BCG tidak menimbulkan panas.
DPT Reaksi yang mungkin terjadi biasanya demam ringan, pembengkakan dan rasa nyeri di tempat suntikan selama 1-2 hari. Imunisasi DPT tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita penyakit kejang demam kompleks.
POLIO Reaksi yang timbul tidak ada, mungkin akan terdapat berak-berak ringan.
Pada anak dengan diare berat atau sedang sakit parah, imunisasi polio dapat ditangguhkan.
CAMPAK Biasanya tidak terdapat reaksi akibat imunisasi. Mungkin terjadi demam ringan dan tampak sedikit bercak merah pada pipi di bawah telinga pada hari ke 7-8 setelah penyuntikan.
HEPATITIS B Reaksi yang mungkin terjadi adalah berupa nyeri pada tempat suntikan, yang mungkin disertai dengan timbulnya rasa panas atau pembengkakan. Reaksi ini akan menghilang dalam waktu 2 hari. Reaksi lain yang mungkin terjadi ialah demam ringan.

6. TEMPAT MEMPEROLEH IMUNISASI
a. Rumah sakit
b. Puskesmas
c. BKIA/Rumah Bersalin
d. Posyandu
e. Praktek Dokter Swasta (terutama dokter spesialis anak)

DAFTAR PUSTAKA

……..2000. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Anak PSIK.FK.Unair TA:2000/2001. Surabaya
……..Buku catatan Kesehatan Anak dan Tumbuh kembang,PT.Bristol Myer Indonesia,Jakarta
Pusdiknakes. 1993. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga Depkes RI, Jakarta

TEMEN-TEMEN BISA MENDAPATKAN DATA DALAM BENTUK WORD
UNTUK LEBIH JELASNYA LAGI TEMEN-TEMEN BISA DOWNLOAD DI BAWAH INI

DOWNLOAD NOW

SAP Ca Cervix

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang studi : Ilmu Keperawatan Maternitas
Topik : Ca Cervix
Sasaran : Ibu dan keluarga
Tempat : Ruang Poliklinik Onkologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : ...................
Waktu : 1 x 45 Menit

I. Tujuan Instruksional Umum :
Untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang ca cervix

II. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang ca cervix ibu dan keluarga dapat:
a. Menyebutkan pengertian Kanker Cervik
b. Menyebutkan penyebab Kanker Cervik
c. Menyebutkan faktor resiko Kanker Cervik
d. Menyebutkan gejala Kanker Cervik
e. Menyebutkan pencegahan Kanker Cervik
f. Menyebutkan penanganan Kanker Cervik

III. SASARAN
Ibu dan keluarga yang berkunjung ke Poliklinik Onkologi RSUD Dr.Soetomo Surabaya

IV. MATERI
1. Pengertian Kanker Cervik
2. Penyebab Kanker Cervik
3. Faktor resiko Kanker Cervik
4. Gejala Kanker Cervik
5. Pencegahan Kanker Cervik
6. Penanganan Kanker Cervik dengan Vulva Hygiene

V. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi (tanya jawab)

VI. MEDIA
1. LCD + Screen
2. Laptop
3. Leaflet

VII. KEGIATAN PENYULUHAN

NO

WAKTU

KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN PESERTA

1

3 Menit

Pembukaan:

v Memperkenalkan diri

v Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.

v Melakukan kontrak waktu.

v Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberikan

v Menyambut salam dan mendengarkan

v Mendengarkan

v Mendengarkan

v Mendengarkan

2

27 Menit

Pelaksanaan :

v Menjelaskan tentang pengertian Ca Cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang penyebab Ca Cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang factor resiko Ca Cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang gejala Ca cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang pencegahan Ca Cervix

v Memberi kesempatan pada ibu bertanya.

v Menjelaskan tentang penanganan Ca Cervix

v Memberi kesempatan pada ibu bertanya.

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan.

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

3

13 Menit

Evaluasi :

v Menanyakan pada ibu tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada ibu bila dapat menjawab & menjelaskan kembali pertanyaan/materi

v Menjawab dan menjelaskan pertanyaan

4

2 Menit

Teriminasi :

v Mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu

v Mengucapkan salam

v Mendengarkan dan membalas salam



VIII. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan diruang Poliklinik Onkologi RSUD Dr.Soetomo Surabaya
c. Pengorganisasian penyelenggara dilakukan setelah peserta penyeluhan diseleksi.
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu mengetahui pengertian Kanker Cervik
b. Ibu mengetahui penyebab Kanker Cervik
c. Ibu mengetahui factor resiko Kanker Cervik
d. Ibu mengetahui gejala Kanker Cervik
e. Ibu mengetahui pencegahan Kanker Cervik
f. Ibu mengetahui penanganan Kanker Cervik

IX. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS
a. Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
• Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
• Mengatur proses dan lama penyuluhan.
• Menutup acara penyuluhan.
b. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
• Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta.
• Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
• Memotivasi peserta untuk bertanya.
c. Fasilitator
Uraian tugas :
• Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
• Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
• Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
• Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta.
d. Observer
Uraian tugas :
• Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
• Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
• Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
• Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
• Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan.

MATERI PENYULUHAN

I. Pengertian Ca Cervix
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).
Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.
Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

II. Penyebab Ca Cervix
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

III. Faktor resiko Ca Cervix
Faktor resiko pada ca Cervix antara lain:
a. Wanita Umur di atas 40 tahun
b. Ibu dengan banyak anak
c. Wanita kawin usia muda
d. Wanita tuna susila/berganti ganti pasangan sex
e. Merokok
f. Kebersihan diri kurang (daerang Vagina)
g. Sosial ekonomi kurang

IV. Gejala Ca Cervix
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear (metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim) setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.
Gejala kanker servix tingkat lanjut adalah:
a. Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
b. Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
c. Perdarahan di luar siklus menstruasi.
d. Penurunan berat badan drastis.
e. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
f. Juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

V. Pencegahan Ca Cervix
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
a. Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
b. Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
c. Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
d. Memelihara kesehatan tubuh
e. Tidak merokok
f. Menjaga kebersihan Vagina

VI. Penanganan Ca Cervix
Salah satu penanganan pada kasus Ca Cervix yang paling efektif ialah dengan memelihara kebersihan Vulva/Vulva hygiene. Vulva hygiene merupakan tindaan membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada wanita. Selain untuk mencegak timbulkan bakteri dan virus yang berkembang biak di daerah vulva tindakan tersebut mempunyai tujuan lain yaitu untuk mencegah infeksi, ntuk penyembuhan luka jahitan perineum (pada Wanita post partum), untuk kebersihan perineum dan memberikan rasa nyaman.
Dalam melakukan tindakan tersebut kita perlu mempersiapkan alat seperti :
1. Kapas atau tissue
2. Botol cebok berisi larutan desinfektan atau air hangat sesuai dengan kebutuhan
3. Betadin dan kain kasa (bila ada).
Dan untuk pelaksanaannya ialah sebagai berikut:
a. Cuci tangan
b. Siram vulva dengan air cebok yang berisi larutan desinfektan atau air hangat
c. Kemudian ambil kapas untuk membuka libia minora . Vulva dibersihkan mulai dari libia minora kiri, libia minora kanan, libia mayora kiri, libia mayora kanan, perineum.
d. Cara mengusap dari atas ke bawah bila masih kotor diusap lagi dengan kapas atau tissue yang baru hingga bersih.