Rabu, 20 Juli 2011

SAP Ca Cervix

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang studi : Ilmu Keperawatan Maternitas
Topik : Ca Cervix
Sasaran : Ibu dan keluarga
Tempat : Ruang Poliklinik Onkologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : ...................
Waktu : 1 x 45 Menit

I. Tujuan Instruksional Umum :
Untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang ca cervix

II. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang ca cervix ibu dan keluarga dapat:
a. Menyebutkan pengertian Kanker Cervik
b. Menyebutkan penyebab Kanker Cervik
c. Menyebutkan faktor resiko Kanker Cervik
d. Menyebutkan gejala Kanker Cervik
e. Menyebutkan pencegahan Kanker Cervik
f. Menyebutkan penanganan Kanker Cervik

III. SASARAN
Ibu dan keluarga yang berkunjung ke Poliklinik Onkologi RSUD Dr.Soetomo Surabaya

IV. MATERI
1. Pengertian Kanker Cervik
2. Penyebab Kanker Cervik
3. Faktor resiko Kanker Cervik
4. Gejala Kanker Cervik
5. Pencegahan Kanker Cervik
6. Penanganan Kanker Cervik dengan Vulva Hygiene

V. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi (tanya jawab)

VI. MEDIA
1. LCD + Screen
2. Laptop
3. Leaflet

VII. KEGIATAN PENYULUHAN

NO

WAKTU

KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN PESERTA

1

3 Menit

Pembukaan:

v Memperkenalkan diri

v Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.

v Melakukan kontrak waktu.

v Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberikan

v Menyambut salam dan mendengarkan

v Mendengarkan

v Mendengarkan

v Mendengarkan

2

27 Menit

Pelaksanaan :

v Menjelaskan tentang pengertian Ca Cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang penyebab Ca Cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang factor resiko Ca Cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang gejala Ca cervix

v Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya

v Menjelaskan tentang pencegahan Ca Cervix

v Memberi kesempatan pada ibu bertanya.

v Menjelaskan tentang penanganan Ca Cervix

v Memberi kesempatan pada ibu bertanya.

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan.

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

v Mendengarkan dan memperhatikan

v Bertanya dan menjawab pertanyaan yg diajukan

3

13 Menit

Evaluasi :

v Menanyakan pada ibu tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada ibu bila dapat menjawab & menjelaskan kembali pertanyaan/materi

v Menjawab dan menjelaskan pertanyaan

4

2 Menit

Teriminasi :

v Mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu

v Mengucapkan salam

v Mendengarkan dan membalas salam



VIII. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan diruang Poliklinik Onkologi RSUD Dr.Soetomo Surabaya
c. Pengorganisasian penyelenggara dilakukan setelah peserta penyeluhan diseleksi.
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu mengetahui pengertian Kanker Cervik
b. Ibu mengetahui penyebab Kanker Cervik
c. Ibu mengetahui factor resiko Kanker Cervik
d. Ibu mengetahui gejala Kanker Cervik
e. Ibu mengetahui pencegahan Kanker Cervik
f. Ibu mengetahui penanganan Kanker Cervik

IX. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS
a. Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
• Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
• Mengatur proses dan lama penyuluhan.
• Menutup acara penyuluhan.
b. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
• Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta.
• Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
• Memotivasi peserta untuk bertanya.
c. Fasilitator
Uraian tugas :
• Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
• Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
• Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
• Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta.
d. Observer
Uraian tugas :
• Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
• Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
• Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
• Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
• Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan.

MATERI PENYULUHAN

I. Pengertian Ca Cervix
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).
Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.
Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

II. Penyebab Ca Cervix
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

III. Faktor resiko Ca Cervix
Faktor resiko pada ca Cervix antara lain:
a. Wanita Umur di atas 40 tahun
b. Ibu dengan banyak anak
c. Wanita kawin usia muda
d. Wanita tuna susila/berganti ganti pasangan sex
e. Merokok
f. Kebersihan diri kurang (daerang Vagina)
g. Sosial ekonomi kurang

IV. Gejala Ca Cervix
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear (metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim) setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.
Gejala kanker servix tingkat lanjut adalah:
a. Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
b. Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
c. Perdarahan di luar siklus menstruasi.
d. Penurunan berat badan drastis.
e. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
f. Juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

V. Pencegahan Ca Cervix
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
a. Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
b. Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
c. Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
d. Memelihara kesehatan tubuh
e. Tidak merokok
f. Menjaga kebersihan Vagina

VI. Penanganan Ca Cervix
Salah satu penanganan pada kasus Ca Cervix yang paling efektif ialah dengan memelihara kebersihan Vulva/Vulva hygiene. Vulva hygiene merupakan tindaan membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada wanita. Selain untuk mencegak timbulkan bakteri dan virus yang berkembang biak di daerah vulva tindakan tersebut mempunyai tujuan lain yaitu untuk mencegah infeksi, ntuk penyembuhan luka jahitan perineum (pada Wanita post partum), untuk kebersihan perineum dan memberikan rasa nyaman.
Dalam melakukan tindakan tersebut kita perlu mempersiapkan alat seperti :
1. Kapas atau tissue
2. Botol cebok berisi larutan desinfektan atau air hangat sesuai dengan kebutuhan
3. Betadin dan kain kasa (bila ada).
Dan untuk pelaksanaannya ialah sebagai berikut:
a. Cuci tangan
b. Siram vulva dengan air cebok yang berisi larutan desinfektan atau air hangat
c. Kemudian ambil kapas untuk membuka libia minora . Vulva dibersihkan mulai dari libia minora kiri, libia minora kanan, libia mayora kiri, libia mayora kanan, perineum.
d. Cara mengusap dari atas ke bawah bila masih kotor diusap lagi dengan kapas atau tissue yang baru hingga bersih.

0 comments:

Poskan Komentar